Read more: Hanya Menampilkan Judul Postingan di Halaman Depan Blog | Mas Bugie [dot] com http://www.masbugie.com/2010/06/hanya-menampilkan-judul-postingan-di.html#ixzz1BoM1DR00

MAJID COLLECTION'S

kaMu cAri apAaa.. ajA di siNi, gaK muNngkin G daPet daH...

BEKAM PENGOBATAN MENURUT SUNNAH NABI

BAGIAN I
PENDAHULUAN
DUNIA PENGOBATAN UMUM
Dunia pengobatan semenjak dulu selalu berjalan seiring dengan kehidupan manusia. Karena,
sebagai makhluk hidup, manusia amatlah akrab dengan berbagai macam penyakit ringan maupun
berat. Keinginan untuk berlepas diri dari berbagai penyakit itulah yang mendorong manusia
berupaya menyingkap berbagai metode pengobatan, mulai dari mengkonsumsi berbagai jenis
tumbuhan secara tunggal maupun yang sudah terkontaminasi, yang diyakini berkhasiat
menyembuhkan penyakit tertentu, atau sistem pemijatan, akupuntur, pembekaman hingga operasi
dan pembedahan.
Namun seiring dengan perkembangan peradaban manusia,
budaya konsumerisme dan
materialisme menggiring manusia mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang dianggap praktis,
lezat dan penuh variasi. Sayangnya kebanyakan mereka tidak menyadari bahwa produksi makanan
semacam itu seringkali terpaksa menggunakan berbagai jenis bahan kimia berbahaya, seperti borax,
formalin, Rhodamin B dan Metanil Yellow (bahan pewarna sintetis), antibiotik kloramfenikol,
dietilpirokarbonat, dulsin, nitrofurazon dan berbagai bahan kimia yang amat merusak kesehatan.
Orang yang sudah banyak mengkonsumsi berbagai jenis makanan berkomposisi kimia menjadi
sering terserang penyakit komplikasi yang beragam. Sehingga obat-obatan yang diperlukan juga
obat-obatan berkomposisi kimia berat.
Bukan rahasia lagi, pengobatan dengan bahan kimia sintetis (pengobatan barat/modern)
mungkin dapat mengobati suatu penyakit, tetapi dapat juga menimbulkan penyakit bawaan yang
lain sebagai bentuk side effect buruk dari sifat bahan kimia. Satu penyakit dapat disembuhkan
tetapi dapat muncul penyakit lain. Jadilah lingkaran setan yang tidak ada habisnya dalam dunia
pengobatan modern. Ternyata mahalnya obat kimia sintetis bukan jaminan kesembuhan.

PENGOBATAN ILAHIYAH DAN MISYKAT NUBUWAH
Teknologi medis boleh saja merambati modernisasi dan shopisticasi yang sulit diukur.
Namun perkembangan jenis penyakit juga tidak kalah cepat beregenerasi. Sementara banyak
manusia yang tidak menyadari bahwa Allah SWT tidak pernah menciptakan manusia dengan
ditinggalkan begitu saja. Setiap kali penyakit muncul, pasti Allah SWT juga menciptakan obatnya.
Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan
penyembuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah) Hanya saja ada manusia yang mengetahuinya
dan ada yang tidak mengetahuinya. Kenyataan lain yang harus disadari oleh manusia, bahwa
apabila Allah SWT secara tegas memberikan petunjuk pengobatan, maka petunjuk pengobatan itu
sudah pasti lebih bersifat pasti dan bernilai absolut. Dan memang demikianlah kenyataannya. Islam
yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, bukan saja memberi petunjuk tentang perikehidupan dan tata
cara ibadah kepada Allah SWT secara khusus yang akan membawa keselamatan dunia dan akhirat,
tetapi juga memberikan banyak petunjuk praktis dan formula umum yang dapat digunakan untuk
menjaga keselamatan lahir dan batin, termasuk yang berkaitan dengan terapi atau pengobatan.
Petunjuk praktis dan kaidah medis tersebut banyak sekali didemonstrasikan oleh Rasulullah SAW
dan diajarkan kepada para sahabatnya. Bila kesemua formula dan kaidah praktis itu dipelajari secara
seksama, tidak syak lagi bahwa kaum Muslimin dapat mengembangkannya menjadi sebuah sistem
dan metode pengobatan yang tidak ada duanya. Disitulah akan terlihat korelasi yang erat antara
sistem pengobatan Ilahi dengan sistem pengobatan manusia. Karena Allah SWT telah menegaskan:
“Telah diciptakan bagi kalian semua segala apa yang ada di muka bumi ini.” Ilmu pengobatan
berikut segala media dan materinya, termasuk yang diciptakan oleh Allah SWT untuk kepentingan
umat manusia.
Camkanlah! Islam adalah agama yang sempurna, yang dibawa Rasulullah SAW bukan
hanya kepada orang sehat tapi juga kepada orang yang sakit, maka syariatnya juga disediakan.
Untuk itu seyogyanya kaum Muslimin menghidupkan kembali kepercayaan terhadap
berbagai jenis obat dan metode pengobatan yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai metode terbaik
untuk mengatasi berbagai macam penyakit.
Namun tentu semua jenis pengobatan dan obat-obatan tersebut hanya terasa khasiatnya bila
disertai dengan sugesti dan keyakinan. Karena-demikian dinyatakan Ibnul Qayyim-keyakinan
adalah doa. Bila pengobatan manusia mengenal istilah placebo (semacam penanaman sugesti lalu
memberikan obat netral yang sebenarnya bukan obat dari penyakit yang dideritanya), maka Islam
mengenal istilah doa dan keyakinan. Dengan pengobatan yang tepat, dosis yang sesuai disertai doa
dan keyakinan, tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati, kecuali penyakit yang membawa
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 3
kematian. Jabir RA membawakan hadits dari Rasulullah SAW: “Setiap penyakit ada obatnya. Maka
bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah SWT.” (HR. Muslim)
Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih sarat dengan beragam penyembuhan dan obat yang
bermanfaat dengan izin Allah SWT. Sehingga mestinya kita tidak terlebih dahulu berpaling dan
meninggalkannya untuk beralih kepada pengobatan kimiawi yang ada di masa sekarang.
Karena itulah Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata: “Sungguh para tabib telah sepakat bahwa
ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan maka jangan beralih kepada obatobatan
kimiawi. Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, maka jangan beralih
memakai obat yang kompleks. Mereka mengatakan: ‘Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan
makanan-makanan tertentu dan pencegahan, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan
kimiawi’.”
Ibnul Qayyim juga berkata: “Berpalingnya manusia dari cara pengobatan nubuwwah
seperti halnya berpalingnya mereka dari pengobatan dengan Al-Qur`an, yang merupakan obat
bermanfaat.” Dengan demikian, tidak sepantasnya seorang muslim menjadikan pengobatan
nabawiyyah sekedar sebagai pengobatan alternatif. Justru sepantasnya dia menjadikannya sebagai
cara pengobatan yang utama, karena kepastiannya datang dari Allah SWT lewat lisan Rasul-Nya
SAW. Sementara pengobatan dengan obat-obatan kimiawi (pengobatan cara barat) kepastiannya
tidak seperti kepastian yang didapatkan dengan thibbun nabawi. Pengobatan yang diajarkan Nabi
SAW diyakini kesembuhannya karena bersumber dari wahyu. Sementara pengobatan dari selain
Nabi SAW kebanyakannya dugaan atau dengan pengalaman / uji coba.
Ibnul Qayyim berkata: “Pengobatan ala-Nabi tidak seperti layaknya pengobatan para ahli
medis. Pengobatan ala-Nabi dapat diyakini dan bersifat pasti (qath’i), bernuansi ilahy, berasal dari
wahyu dan misykat nubuwah serta kesempurnaan akal.
Namun tentunya, berkaitan dengan kesembuhan suatu penyakit, seorang hamba tidak boleh
bersandar semata dengan pengobatan tertentu, dan tidak boleh meyakini bahwa obatlah yang
menyembuhkan sakitnya. Seharusnya ia bersandar dan bergantung kepada Dzat yang memberikan
penyakit dan menurunkan obatnya sekaligus, yakni Allah SWT. Seorang hamba hendaknya selalu
bersandar kepada-Nya dalam segala keadaannya. Hendaknya ia selalu berdoa memohon kepada-
Nya agar menghilangkan segala kemudharatan yang tengah menimpanya.

BEKAM, CARA PENGOBATAN TERBAIK
Dari Jabir RA, bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan
racun ke dalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah SAW.
Beliau mengambil bagian kaki dan memakan sebagian darinya. Beberapa orang sahabat yang
bersamanya juga ikut memakannya. Sebagian sahabat yang terlanjur memakannya ada yang
meninggal. Lalu Rasulullah SAW melakukan pengobatan dengan hijamah di bagian pundaknya
karena daging yang terlanjur beliau makan. Yang mengobatinya adalah Abu Hindun, dengan
menggunakan tulang tanduk dan mata pisau.
Untuk pembinaan kesehatan rohani dan jasmani, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai
teknik pengobatan atau terapi sebagaimana terdapat dalam Shahih Bukhari dari Said Ibnu Jabir RA
dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW, bahwa Rasululllah SAW bersabda: “Kesembuhan itu ada
dalam tiga hal, yaitu dalam minum madu, sayatan alat hijamah atau sundutan api. Namun aku
melarang umatku melakukan sundutan.” Bahkan Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya cara
pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam).” (Muttafaq ‘alaihi) Dari
Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk
berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah bekam (hijamah).” (HR. Ibnu Majah, Abu
Dawud) Sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al
hijamah.” (HR. Ahmad, shahih)

HUKUM BEKAM
Imam Ghazali berpendapat, yang dinukilkan dalam kitab Tasyirul Fiqih lil Muslimil
Mu’ashir oleh Dr. Yusuf Qardhawi: “Al Hijamah adalah termasuk fardhu kifayah. Jika di suatu
wilayah tidak ada seorang yang mempelajarinya, maka semua penduduknya akan berdosa. Namun
jika ada salah seorang yang melaksanakannya serta memadai, maka gugurlah kewajiban dari yang
lain. Menurut saya, sebuah wilayah kadang membutuhkan lebih dari seorang. Tapi yang terpenting
adalah adanya jumlah yang mencukupi dan memenuhi seukuran kebutuhan yang diperlukan. Jika
di sebuah wilayah tidak ada orang yang Muhtajib (ahli bekam), suatu kehancuran siap
menghadang dan mereka akan sengsara karena menempatkan diri di ambang kehancuran. Sebab
Dzat yang menurunkan penyakit juga menurunkan obatnya, dan memerintahkan untuk
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 4
menggunakannnya serta menyediakan sarana untuk melaksanakannya, maka dengan
meremehkannya berarti sebuah kehancuran telah menghadang.”

BEKAM ITU APA?
Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang
terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. Dalam istilah
medis dikenal dengan istilah ‘Oxidant Release Therapy’ atau ‘Oxidant Drainage Therapy’ atau
istilah yang lebih populer adalah ‘detoksifikasi’. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan cara
pemberian obat antioksidan (obat kimiawi) yang bertujuan untuk menetralkan oksidan di dalam
tubuh sehingga kadarnya tidak makin tinggi. Tapi jika efek obat antioksidan sudah habis, oksidan
akan tumbuh dan berkembang kembali. Karena itu, para dokter biasanya memberikan obat
antioksidan secara kontinyu.
Untuk mengeluarkan oksidan dari dalam tubuh butuh ketrampilan khusus. Caranya dengan
penyedotan menggunakan alat khusus yang sebelumnya didahului dengan pembedahan minor
(sayatan khusus) secara hati-hati di titik-titik tertentu secara tepat dalam tubuh. Jika oksidan dapat
dikeluarkan semua maka penyumbatan aliran darah ke organ-organ tertentu dalam tubuh dapat
diatasi, sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh kembali normal.

PENELITIAN BEKAM
Pada saat ini di negeri-negeri barat (Eropa dan Amerika) melalui penelitian ilmiah, serius
dan terus-menerus menyimpulkan fakta-fakta ilmiah bagaimana keajaiban bekam sehingga mampu
menyembuhkan berbagai penyakit secara lebih aman dan efektif dibandingkan metode kedokteran
modern. Sehingga bekam mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan bermuncullah Ahli
Bekam serta Klinik Bekam di kota-kota besar di Amerika dan Eropa. Bahkan pada tahun-tahun
terakhir ini pengobatan dengan bekam telah dipelajari dalam kurikulum fakultas kedokteran di
Amerika, walaupun mereka tidak pernah mau mengakui bahwa bekam adalah warisan Rasulullah
SAW, dokter terbaik sepanjang zaman. Ironisnya, sekarang ini orang Islam sendiri masih
memandang sinis terhadap thibbun nabawi, padahal kita semua mengakui secara lisan bahwa
Rasulullah SAW adalah uswatun khasanah. Semoga Allah SWT menyelamatkan aqidah kita!
Berdasarkan laporan umum penelitian tentang pengobatan dengan metode bekam tahun
2001 M (300 kasus) dalam buku Ad Dawa’ul-Ajib yang ditulis oleh ilmuwan Damaskus
Muhammad Amin Syaikhu didapat data sebagai berikut: 1) dalam kasus tekanan darah tinggi,
tekanan darah turun hingga mencapai batas normal, 2) dalam kasus tekanan darah rendah, tekanan
darah naik hingga batas normal, 3) kadar gula darah turun pada pengidap kencing manis dalam 92,5
% kasus, 4) jumlah asam urat di darah turun pada 83,68% kasus, 5) pada darah bekam yang keluar,
didapati bahwa eritrosit yang didalamnya berbentuk aneh, tidak berfungsi normal, menganggu
kinerja sel lain.

RENUNGAN
Di tengah derasnya serbuan pengobatan modern dan pengobatan alternatif dari dalam atau
luar negeri kedalam lingkungan kaum muslimin, tanpa jaminan kehalalan, memaksa kita
menggunakan bahan dan cara yang haram, bahkan dapat membawa kita kepada perbuatan syirik,
sangat mahal tapi tanpa jaminan kesembuhan secara sempurna, bahkan mungkin menimbulkan
komplikasi yang lebih berat, maka kembali kepada thibbun nabawi adalah solusi yang tepat dan
selamat. Keuntungan ganda akan kita peroleh, yaitu kesehatan tubuh dan terselamatkannya aqidah
umat Islam.
Bekam menjadi pilihan terbaik untuk berobat, karena murah, aman, praktis dan sesuai
sunnah Rasulullah SAW. Apabila bekam dilakukan secara baik dan benar sesuai kaidah medis,
maka akan memberikan hasil yang luar biasa. Insya Allah!!! (23/11/2006-Kasmui)
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 5

BAGIAN II
THIBBUN NABAWI
Shahabat yang mulia Abu Sa‘id Al-Khudri rahimahullahu berkata:
“Sejumlah shahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pergi dalam sebuah safar (perjalanan)
yang mereka tempuh, hingga mereka singgah di sebuah kampung Arab. Mereka kemudian meminta
penduduk kampung tersebut agar menjamu mereka, namun penduduk kampung itu menolak. Tak
lama setelah itu, kepala suku dari kampung tersebut tersengat binatang berbisa. Penduduknya pun
mengupayakan segala cara pengobatan, namun tidak sedikit pun yang memberikan manfaat untuk
kesembuhan pemimpin mereka. Sebagian mereka berkata kepada yang lain: “Seandainya kalian
mendatangi rombongan yang tadi singgah di tempat kalian, mungkin saja ada di antara mereka
punya obat (yang bisa menghilangkan sakit yang diderita pemimpin kita).” Penduduk kampung itu
pun mendatangi rombongan shahabat Rasulullah yang tengah beristirahat tersebut, seraya berkata:
“Wahai sekelompok orang, pemimpin kami disengat binatang berbisa. Kami telah mengupayakan
berbagai cara untuk menyembuhkan sakitnya, namun tidak satu pun yang bermanfaat. Apakah salah
seorang dari kalian ada yang memiliki obat?” Salah seorang shahabat berkata: “Iya, demi Allah, aku
bisa meruqyah. Akan tetapi, demi Allah, tadi kami minta dijamu namun kalian enggan untuk
menjamu kami. Maka aku tidak akan melakukan ruqyah untuk kalian hingga kalian bersedia
memberikan imbalan kepada kami.” Mereka pun bersepakat untuk memberikan sekawanan
kambing sebagai upah dari ruqyah yang akan dilakukan. Shahabat itu pun pergi untuk meruqyah
pemimpin kampung tersebut. Mulailah ia meniup disertai sedikit meludah dan membaca:
“Alhamdulillah rabbil ‘alamin” (Surah Al-Fatihah). Sampai akhirnya pemimpin tersebut seakanakan
terlepas dari ikatan yang mengekangnya. Ia pun pergi berjalan, tidak ada lagi rasa sakit (yang
membuatnya membolak-balikkan tubuhnya di tempat tidur). Penduduk kampung itu lalu
memberikan imbalan sebagaimana telah disepakati sebelumnya. Sebagian shahabat berkata:
“Bagilah kambing itu.” Namun shahabat yang meruqyah berkata: “Jangan kita lakukan hal itu,
sampai kita menghadap Rasulullah SAW, lalu kita ceritakan kejadiannya, dan kita tunggu apa yang
beliau perintahkan.” Mereka pun menghadap Rasulullah SAW, lalu mengisahkan apa yang telah
terjadi. Beliau bertanya kepada shahabat yang melakukan ruqyah: “Dari mana engkau tahu bahwa
Al-Fatihah itu bisa dibaca untuk meruqyah? Kalian benar, bagilah kambing itu dan berikanlah
bagian untukku bersama kalian.”
Hadits di atas diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam kitab Shahih-nya no.
5749, kitab Ath-Thibb, bab An-Nafats fir Ruqyah. Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim
rahimahullahu dalam Shahih-nya no. 5697 kitab As-Salam, bab Jawazu Akhdzil Ujrah ‘alar
Ruqyah.
Beberapa faedah yang dapat kita ambil dari hadits Abu Sa‘id Al-Khudri radhiallahu 'anhu di
atas adalah:
1. Surah Al-Fatihah mustahab untuk dibacakan kepada orang yang disengat binatang berbisa dan
orang sakit.
2. Boleh mengambil upah dari ruqyah dan upah itu halal.
3. Seluruh kambing itu sebenarnya milik orang yang meruqyah, adapun yang lainnya tidak
memiliki hak, namun dibagikannya kepada teman-temannya karena kedermawanan dan
kebaikan.
4. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam minta bagian dalam rangka lebih menenangkan hati
para shahabatnya dan untuk lebih menunjukkan bahwa upah yang didapatkan tersebut halal,
tidak mengandung syubhat.
Demikian faedah yang disebutkan Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu dalam Al-Minhaj
Syarhu Shahih Muslim (14/410).
Pengobatan Nabawiyyah (At-Thibbun Nabawi) Bukan Pengobatan Alternatif. Keberadaan
berbagai penyakit termasuk sunnah kauniyyah yang diciptakan oleh Allah SWT. Penyakit-penyakit
itu merupakan musibah dan ujian yang ditetapkan Allah SWT atas hamba-hamba-Nya. Dan
sesungguhnya pada musibah itu terdapat kemanfaatan bagi kaum mukminin. Shuhaib Ar-Rumi RA
berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Sungguh
seluruh perkaranya adalah kebaikan. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorangpun kecuali
seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kelapangan, ia bersyukur. Maka yang demikian itu baik
baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar. Maka yang demikian itu baik baginya.” (HR.
Muslim no. 2999)
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 6
Termasuk keutamaan Allah SWT yang diberikan kepada kaum mukminin, Dia menjadikan
sakit yang menimpa seorang mukmin sebagai penghapus dosa dan kesalahan mereka. Sebagaimana
tersebut dalam hadits Abdullah bin Mas‘ud RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah
seorang muslim ditimpa gangguan berupa sakit atau lainnya, melainkan Allah SWT menggugurkan
kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Al-Bukhari no.
5661 dan Muslim no. 6511)
Di sisi lain, sebagaimana Allah SWT menurunkan penyakit, Dia pun menurunkan obat
bersama penyakit itu. Obat itupun menjadi rahmat dan keutamaan dari-Nya untuk hamba-hamba-
Nya, baik yang mukmin maupun yang kafir. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits Abu Hurairah
RA: “Tidaklah Allah SWT menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.”
(HR. Al-Bukhari no. 5678)
Abdullah bin Mas’ud RA mengabarkan dari Nabi SAW: “Sesungguhnya Allah SWT
tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak
mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya.” (HR.
Ahmad 1/377, 413 dan 453. Dan hadits ini dishahihkan dalam Ash-Shahihah no. 451)

CARA TEKNIS PENGOBATAN NABAWI
Banyak sekali cara pengobatan nabawi. Kami hanya menyebutkan beberapa di antaranya, yaitu:
1. Pengobatan dengan madu
Allah SWT berfirman tentang madu yang keluar dari perut lebah:
“… Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya
terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (An-Nahl: 69).
Madu dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit dengan izin Allah SWT. Di
antaranya untuk mengobati sakit perut, seperti ditunjukkan dalam hadits berikut ini: “Ada seseorang
menghadap Nabi SAW, ia berkata: ‘Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya.’ Nabi berkata:
‘Minumkan ia madu.’ Kemudian orang itu datang untuk kedua kalinya, Nabi berkata: ‘Minumkan ia
madu.’ Orang itu datang lagi pada kali yang ketiga, Nabi tetap berkata: ‘Minumkan ia madu.’
Setelah itu, orang itu datang lagi dan menyatakan: ‘Aku telah melakukannya (namun belum sembuh
juga malah bertambah mencret).’ Nabi bersabda: ‘Allah Mahabenar dan perut saudaramu itu dusta.
Minumkan lagi madu.’ Orang itu meminumkannya lagi, maka saudaranya pun sembuh.” (HR. Al-
Bukhari no. 5684 dan Muslim no. 5731)
2. Pengobatan dengan habbah sauda` (jintan hitam, Nigella sativa)
Nabi SAW bersabda:
“Sesungguhnya habbah sauda` ini merupakan obat dari semua penyakit, kecuali dari penyakit assamu”.
Aku (yakni`Aisyah radhiallahu 'anha) bertanya: “Apakah as-samu itu?” Beliau menjawab:
“Kematian.” (HR. Al-Bukhari no. 5687 dan Muslim no. 5727)
3. Pengobatan dengan susu dan kencing unta.
Anas RA menceritakan: “Ada sekelompok orang ‘Urainah dari penduduk Hijaz menderita
sakit (karena kelaparan atau keletihan). Mereka berkata: ‘Wahai Rasulullah, berilah tempat kepada
kami dan berilah kami makan.’ Ketika telah sehat, mereka berkata: ‘Sesungguhnya udara kota
Madinah tidak cocok bagi kami (hingga kami menderita sakit, –pent.).’ Rasulullah SAW pun
menempatkan mereka di Harrah, di dekat tempat pemeliharaan unta-unta beliau (yang berjumlah 3-
30 ekor). Beliau berkata: ‘Minumlah dari susu dan kencing unta-unta itu. Tatkala mereka telah
sehat, mereka justru membunuh penggembala unta-unta Nabi SAW (setelah sebelumnya mereka
mencungkil matanya) dan menggiring unta-unta tersebut (dalam keadaan mereka juga murtad dari
Islam, -pent.). Nabi SAW pun mengirim utusan untuk mengejar mereka, hingga mereka tertangkap
dan diberi hukuman dengan dipotong tangan dan kaki-kaki mereka serta dicungkil mata mereka.”
(HR. Al-Bukhari no. 5685, 5686 dan Muslim no. 4329)
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 7
4. Pengobatan dengan berbekam (hijamah)
Ibnu ‘Abbas RA mengabarkan:
“Sesungguhnya Rasulullah SAW berbekam pada bagian kepalanya dalam keadaan beliau sebagai
muhrim (orang yang berihram) karena sakit pada sebagian kepalanya.” (HR. Al-Bukhari no. 5701)
Rasulullah SAW juga bersabda: “Obat/kesembuhan itu (antara lain) dalam tiga (cara
pengobatan): minum madu, berbekam dan dengan kay, namun aku melarang umatku dari kay.”
(HR. Al-Bukhari no. 5680)
5. Ruqyah
Di antara cara pengobatan nabawi yang bermanfaat dengan izin Allah SWT adalah ruqyah
yang syar’i, yang ditetapkan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih. Ketahuilah, Allah SWT
menjadikan Al-Qur`anul Karim sebagai syifa` (obat/ penyembuh) sebagaimana firman-Nya: “Dan
jikalau Kami jadikan Al-Qur`an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka
mengatakan: ‘Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?’ Apakah (patut Al-Qur`an) dalam bahasa
asing, sedangkan (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: ‘Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan
penawar bagi orang yang beriman’.” (Fushshilat: 44)
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an apa yang merupakan syifa` dan rahmat bagi orang-orang yang
beriman.” (Al-Isra`: 82).
Huruf dalam ayat di atas untuk menerangkan jenis, bukan menunjukkan tab‘idh (makna
sebagian). Karena Al-Qur`an seluruhnya adalah syifa` dan rahmat bagi orang-orang beriman,
sebagaimana dinyatakan dalam ayat sebelumnya (yaitu surat Al-Fushshilat: 44).” (Ad-Da`u wad
Dawa`, hal. 7)
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu berkata ketika memberikan komentar
terhadap hadits yang menyebutkan tentang wanita yang menderita ayan (epilepsi): “Dalam hadits
ini ada dalil bahwa pengobatan seluruh penyakit dengan doa dan bersandar kepada Allah SWT
adalah lebih manjur serta lebih bermanfaat daripada dengan obat-obatan. Pengaruh dan khasiatnya
bagi tubuh pun lebih besar daripada pengaruh obat-obatan jasmani. Namun kemanjurannya
hanyalah didapatkan dengan dua perkara: 1) dari sisi orang yang menderita sakit, yaitu lurus niat /
tujuannya, 2) dari sisi orang yang mengobati, yaitu kekuatan bimbingan/arahan dan kekuatan
hatinya dengan takwa dan tawakkal. Wallahu a’lam.” (Fathul Bari 10/115)
Dalam hadits Abu Sa‘id Al-Khudri RA tentang ruqyah dengan surat Al-Fatihah yang
dilakukan salah seorang shahabat, benar-benar terlihat pengaruh obat tersebut pada penyakit yang
diderita sang pemimpin kampung. Sehingga obat itu mampu menghilangkan penyakit, seakan-akan
penyakit tersebut tidak pernah ada sebelumnya. Cara seperti ini merupakan pengobatan yang paling
mudah dan ringan. Seandainya seorang hamba melakukan pengobatan ruqyah dengan membaca Al-
Fatihah secara bagus, niscaya ia akan melihat pengaruh yang mengagumkan dalam kesembuhan.
Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu berkata: “Aku pernah tinggal di Makkah selama
beberapa waktu dalam keadaan tertimpa berbagai penyakit. Dan aku tidak menemukan tabib
maupun obat. Aku pun mengobati diriku sendiri dengan Al-Fatihah yang dibaca berulang-ulang
pada segelas air Zam-zam kemudian meminumnya, hingga aku melihat dalam pengobatan itu ada
pengaruh yang mengagumkan. Lalu aku menceritakan hal itu kepada orang yang mengeluh sakit.
Mereka pun melakukan pengobatan dengan Al-Fatihah, ternyata kebanyakan mereka sembuh
dengan cepat.”
Subhanallah! Demikian penjelasan dan persaksian Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu
terhadap ruqyah serta pengalaman pribadinya berobat dengan membaca Al-Fatihah. (Ad-Da`u wad
Dawa` hal. 8, Ath-Thibbun Nabawi hal. 139)
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan berkata: “Sungguh Allah SWT telah menjadikan Al-Qur`an
sebagai syifa` bagi penyakit-penyakit hissi (yang dapat dirasakan indera) dan maknawi berupa
penyakit-penyakit hati dan badan. Namun dengan syarat, peruqyah dan yang diruqyah harus
mengikhlaskan niat. Dan masing-masing meyakini bahwa kesembuhan itu datang dari sisi Allah
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 8
SWT SWT. Dan ruqyah dengan Kalamullah merupakan salah satu di antara sebab-sebab yang
bermanfaat.”
Beliau juga berkata: “Pengobatan dengan ruqyah Al-Qur`an merupakan Sunnah Rasulullah
SAW dan amalan salaf. Mereka dahulu mengobati orang yang terkena ‘ain, kesurupan jin, sihir dan
seluruh penyakit dengan ruqyah. Mereka meyakini bahwa ruqyah termasuk sarana yang mubah lagi
bermanfaat, sementara yang menyembuhkan hanyalah Allah SWT.” (Al-Muntaqa min Fatawa Asy-
Syaikh Shalih Al-Fauzan, juz 1, jawaban soal no. 77)
Thibbun Nabawi Memberi Pengaruh bagi Kesembuhan dengan Izin Allah SWT. Mungkin
ada di antara kita yang pernah mencoba melakukan pengobatan dengan thibbun nabawi dengan
minum madu misalnya atau habbah sauda`. Atau dengan ruqyah membaca ayat-ayat Al-Qur`an dan
doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, namun tidak merasakan pengaruh apa-apa. Penyakitnya
tak kunjung hilang. Ujung-ujungnya, kita meninggalkan thibbun nabawi karena kurang percaya
akan khasiatnya, lalu beralih ke obat-obatan kimiawi. Mengapa demikian? Mengapa kita tidak
mendapatkan khasiat sebagaimana yang didapatkan Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu ketika
meruqyah dirinya dengan Al-Fatihah? Atau seperti yang dilakukan oleh seorang shahabat ketika
meruqyah kepala suku yang tersengat binatang berbisa di mana usai pengobatan si kepala suku
(pemimpin kampung) sembuh seakan-akan tidak pernah merasakan sakit? Di antara jawabannya,
sebagaimana ucapan Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu yang telah lewat, bahwasanya manjurnya
ruqyah (pengobatan dengan membaca doa-doa dan ayat-ayat Al-Qur`an) hanyalah diperoleh bila
terpenuhi dua hal di atas.
Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu berkata: “Ada hal yang semestinya dipahami, yakni
zikir, ayat, dan doa-doa yang dibacakan sebagai obat dan yang dibaca ketika meruqyah, memang
merupakan obat yang bermanfaat. Namun dibutuhkan respon pada tempat, kuatnya semangat dan
pengaruh orang yang meruqyah. Bila obat itu tidak memberi pengaruh, hal itu dikarenakan
lemahnya pengaruh peruqyah, tidak adanya respon pada tempat terhadap orang yang diruqyah, atau
adanya penghalang yang kuat yang mencegah khasiat obat tersebut, sebagaimana hal itu terdapat
pada obat dan penyakit hissi.
Tidak adanya pengaruh obat itu bisa jadi karena tidak adanya penerimaan thabi’ah terhadap
obat tersebut. Terkadang pula karena adanya penghalang yang kuat yang mencegah bekerjanya obat
tersebut. Karena bila thabi’ah mengambil obat dengan penerimaan yang sempurna, niscaya manfaat
yang diperoleh tubuh dari obat itu sesuai dengan penerimaan tersebut.
Demikian pula hati. Bila hati mengambil ruqyah dan doa-doa perlindungan dengan
penerimaan yang sempurna, bersamaan dengan orang yang meruqyah memiliki semangat yang
berpengaruh, niscaya ruqyah tersebut lebih berpengaruh dalam menghilangkan penyakit.” (Ad-Da`u
wad Dawa`, hal. 8)
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu menyatakan, terkadang sebagian orang yang
menggunakan thibbun nabawi tidak mendapatkan kesembuhan. Yang demikian itu karena adanya
penghalang pada diri orang yang menggunakan pengobatan tersebut. Penghalang itu berupa
lemahnya keyakinan akan kesembuhan yang diperoleh dengan obat tersebut, dan lemahnya
penerimaan terhadap obat tersebut.
POSISI PENGOBATAN ALTERNATIF UMUM
Siapa bilang pengobatan alternatif ketinggalan zaman? Justru saat ini masyarakat Barat kian
mempercayai pengobatan di luar studi medis tersebut. Kombinasi terapi alternatif dan terapi
kedokteran mulai populer di sana. Sebuah survei baru-baru ini menyatakan bahwa orang Inggris
memiliki kepercayaan pada pengobatan alternatif sama besarnya dengan pengobatan medis
konvensional.
Dari 1000 orang yang mengikuti survei, 68 persennya menyatakan demikian. Usia para
peserta survei berkisar antara 35-44 tahun. Jenis pengobatan alternatif yang dimaksud mencakup
pengobatan herbal alias tanaman obat dan naturopati. Satu dari empat orang tersebut berpikir bahwa
pengobatan ala Barat hanya salah satu cara untuk mengatasi gangguan kesehatan. Demikian hasil
survei yang dilakukan Diagnostic Clinic, London. Mereka selama ini melakukan kombinasi
pengobatan medis kedokteran dengan pengobatan komplementer. Hasil penelitian tersebut
menyatakan terapi komplementer alias alternatif kini semakin populer dibanding di masa lalu.
Dalam pengobatan alternatif, segala metode dimungkinkan, dari penggunaan obat-obat tradisional
seperti jamu-jamuan, rempah, yang sudah dikenal seperti jahe, kunyit dan sebagainya, sampai bahan
yang dirahasiakan. Pendekatan lain seperti menggunakan energi tertentu yang mampu mempercepat
proses penyembuhan, hingga menggunakan doa tertentu yang diyakini secara spiritual memiliki
kekuatan penyembuhan.
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 9
Orang Inggris menghabiskan biaya 130 poundsterling (sekitar Rp 2.230.000,-) per tahunnya
untuk menjalani terapi alternatif seperti akupunktur dan refleksiologi. Berarti terjadi peningkatan
bujet hingga 70 juta poundsterling atau sekitar 1,2 triliun rupiah di bidang pengobatan ini dalam
empat tahun ke depan. Popularitas terapi komplementer ini bahkan membuat pemerintah Inggris
mengucurkan dana sebesar 900.000 poundsterling (15,4 miliar rupiah) untuk kepentingan regulasi
sejumlah praktik pengobatan alternatif.
Dr Rajendra Sharma, direktur media Diagnostic Clinic, mengatakan kepada BBC News
baru-baru ini, ”Pengobatan medis ortodoks dan komplementer sebaiknya tidak berada di sisi yang
berbeda di bidang kesehatan. Pengobatan terintegrasi yang didukung oleh dokter berkualitas dan
para ahli di bidang disiplin ilmu bisa menjadi model pengobatan ideal di masa mendatang.”
Jenis kombinasi dari pengobatan alternatif dengan pengobatan medis kedoteran yang mulai
populer adalah naturopati. Pengobatan ini dilakukan dengan pendekatan medis konvensional yang
dipadukan dengan terapi alternatif. Dalam pengobatan naturopati, pasien sama sekali tidak
mengonsumsi obat-obatan yang mengandung bahan kimia. Sesuai dengan namanya, naturo alias
nature yang berarti alam, semua prosedur pengobatan di sini dilakukan secara alami. Obat-obatan
yang dipakai 100 persen berasal dari bahan alami seperti dedaunan, suplemen nutrisi yang bisa
memperbaiki sistem fungsi tubuh yang rusak.
Pemilihan bahan-bahan alami berdasarkan bukti bahwa dalam setiap tumbuh-tumbuhan
tersebut mengandung reseptor, struktur kimia, hormon yang sama dengan manusia. Ada suatu
penelitian yang membuktikan bahwa daun-daunan mengandung zat yang sama dengan yang ada di
kepala manusia. Sementara zat yang terdapat pada akar atau ranting pohon mirip dengan yang ada
pada kaki dan tangan manusia.
Dalam naturopati, jika ada bagian tubuh yang rusak, maka suplemen yang diberikan akan
memperbaiki luka tubuh dari dalam yang dikenal dengan sistem homilistasis. Ada sejumlah
prosedur yang harus dijalani pasien, antara lain aromaterapi, spa, detoksifikasi, rejuvenasi, juga
lymph drainage massage alias pemijatan untuk memperlancar aliran kelenjar getah bening. Dalam
mengobati pasien autisme misalnya, pada pengobatan naturopati lebih dilakukan pendekatan secara
alam, bukan pendekatan klinis yang banyak memberi obat-obatan kimia.
Di Indonesia, kedokteran naturopati memang belum ada, namun di banyak negara lain
seperti AS, Inggris, Australia, Cina juga India, bidang ini menjadi spesialisasi tersendiri di
universitas. Kedokteran naturopati merupakan suatu bentuk spesialisasi ilmu kedokteran dalam
melakukan upaya pencegahan atau pengobatan penyakit, peningkatan taraf kesehatan tubuh serta
proses rehabilitasi tubuh dengan cara meningkatkan sistem, kapasitas dan fungsi alami. Di banyak
negara maju, naturopati lebih dikenal dengan lifestyle medicine, di mana pengobatan lebih
ditekankan pada pola hidup seseorang, dari mulai pola makan, hingga pola aktivitas. Walau belum
cukup populer di Indonesia, sesungguhnya pengobatan naturopati sendiri sudah mendapat
pengakuan dari badan kesehatan dunia (WHO) sejak 1978.
Namun tidak semua ahli medis sepakat dengan Sharma. Sebagian masih keberatan apabila
terapi komplementer dipadukan dengan terapi medis kedokteran. Dr Jim Kennedy, juru bicara dari
Royal College of GPs memperingatkan bahwa tidak semua aspek dalam pengobatan medis bisa
mendukung pengobatan komplementer. Pengobatan komplementer mempunyai spektrum yang
cukup luas sehingga tidak selalu bisa dibuktikan seperti halnya dalam terapi medis konvensional.
”Tapi sejauh dokter mengetahui bahwa pengobatan alternatif yang dijalani pasiennya tidak
mengganggu kesehatan dan cukup bermanfaat, tentu masih dibenarkan,” jelas Kennedy.
Kendati masyarakat Inggris mulai mempercayai pengobatan alternatif, tak selalu perpaduan antara
jenis terapi konvensional dengan alternatif dibenarkan begitu saja. British Medical Association
(BMA) setuju bahwa tidak semua pengobatan alternatif bisa dipercaya 100 persen keandalannya.
Terutama sejumlah pengobatan komplementer yang masih belum bisa dijelaskan track record
medisnya. Dalam menjalani suatu pengobatan, biasanya pasien dan dokter sama-sama bisa
mengetahui apa yang terjadi dalam tubuh si pasien, apa dampaknya, dan bagaimana terapi
medisnya. Inilah yang kadang dalam pengobatan alternatif tidak diketahui secara transparan.
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 10
BAGIAN III
AL HIJAMAH (BEKAM)
Dari Jabir RA, bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan
racun ke dalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah SAW.
Beliau mengambil bagian kaki dan memakan sebagian darinya. Beberapa orang shahabat yang
bersamanya juga ikut memakannya. Tiba-tiba beliau bersabda, “Lepaskan tangan kalian!”. Beliau
mengirim utusan untuk memanggil wanita Yahudi itu, lalu beliau bersabda, “Rupanya engkau telah
meracun domba ini”. “Siapa yang memberitahumu? tanya wanita Yahudi. Beliau menjawab,
“Bagian kaki domba inilah yang memberitahukannya kepadaku”. “Memang aku telah meracunnya.
Dalam hati aku berkata, “Kalau memang dia benar-benar seorang Nabi, maka racun itu tidak akan
membahayakannya dirinya. Tapi kalau memang dia bukan seorang Nabi, maka kami dapat merasa
tenang,” jawab wanita Yahudi. Rasulullah SAW memaafkan wanita Yahudi itu dan tidak
menjatuhkan hukuman kepadanya. Sebagian shahabat yang terlanjur memakannya ada yang
meninggal. Lalu Rasulullah SAW melakukan pengobatan dengan hijamah di bagian pundaknya
karena daging yang terlanjur beliau makan. Yang mengobatinya adalah Abu Hindun, dengan
menggunakan tulang tanduk dan mata pisau. Orang itu budak milik bani Bayadhah dari kalangan
Anshar.

SEJARAH HIJAMAH (BEKAM)
Hijamah/bekam/cupping/kop/chantuk dan banyak istilah lainnya sudah dikenal sejak zaman
dulu, yaitu kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir, Saba, dan
Persia. Pada zaman Rasulullah, beliau menggunakan kaca berupa cawan atau mangkuk tinggi. Pada
zaman China kuno mereka menyebut hijamah sebagai “perawatan tanduk” karena tanduk
menggantikan kaca. Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah), orang-orang di Eropa
menggunakan lintah sebagai alat untuk hijamah. Pada satu masa, 40 juta lintah diimpor ke negara
Perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu dilaparkan tanpa diberi makan. Jadi bila disangkutkan
pada tubuh manusia, dia akan terus menghisap darah tadi dengan efektif. Setelah kenyang, ia tidak
berupaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri upacara hijamahnya.
Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan
kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif.

PENGERTIAN BEKAM (AL HIJAMAH)
Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam
tubuh melalui permukaan kulit. Hijamah adalah pengobatan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun
sebelum masehi. Nama lainnya adalah bekam, canduk, canthuk, kop, mambakan, di Eropa dikenal
dengan istilah "Cuping Therapeutic Method". Dalam bahasa Mandarin disebut Pa Hou Kuan.
Kata "Hijamah" berasal dari bahasa Arab, dari kata Al Hijmu yang berarti pekerjaan
membekam. Al Hajjam berarti ahli bekam. Al Hijmu berarti menghisap atau menyedot. Al Hajjam
sama dengan Al Mashshah, yaitu tukang menghisap atau tukang menyedot. Sedangkan Al Mihjam
atau Al Mihjamah merupakan alat untuk bekam yang berupa tabung gelas untuk menampung darah
yang dikeluarkan dari kulit.
Kata al hijmu berarti pekerjaan al hajjam, tukang bekam. Al Hijmu berarti mengisap atau
menyedot. Al Hajjam sama dengan al mashshash, tukang mengisap, tukang bekam. Al Mihjam atau
al mihjamah merupakan gelas yang digunakan untuk menampung darah yang dikeluarkan dari kulit
pasien, atau gelas untuk menghimpun darah hijamah.
Kesimpulan definisi hijamah menurut bahasa adalah ungkapan tentang mengisap darah dan
mengeluarkannya dari permukaan kulit, yang kemudian ditampung di dalam gelas mihjamah, yang
menyebabkan pemusatan dan penarikan darah di sana, lalu dilakukan penyayatan permukaan kulit
dengan pisau bedah, guna untuk mengeluarkan darah.
Hijamah berbeda dengan qath’ul-irqi (memotong urat). Qath’ul-irqi adalah memasukkan
jarum suntik untuk mengambil darah dari urat nadi seperti halnya aksi menyumbang darah, yang
disebut al fashdu.
Dalam ilmu kedokteran Islam, bekam tidak boleh sembarang dilakukan. Bekam hanya boleh
dilakukan pada pembekuan/penyumbatan dalam pembuluh darah, karena fungsi bekam yang
sesungguhnya adalah untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh.
Madu menjadi dasar dari obat-obatan herba, bekam menjadi dasar kepada pembedahan,
sedangkan besi panas (api) menjadi dasar kepada pengobatan melalui laser.
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 11
Hadist yang diriwayatkan oleh Tarmidzi menyatakan, bahwa Rasul SAW mengarahkan
pengikut-pengikutnya menggunakan bekam sebagai kaedah pengobatan penyakit. Beliau memuji
orang yang berbekam, "Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh serta menajamkan
penglihatan."
Dalam kaitan untuk membersihkan diri ini, Allah mengkhususkan satu bulan dalam satu
tahun untuk berpuasa (pada bulan Ramadhan) sebagai salah satu jalan untuk menyucikan rohani.
Dan berbekam merupakan salah satu cara untuk menyucikan atau membersihkan jasmani

JENIS BEKAM
1. Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah), yaitu menghisap permukaan kulit dan
memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering baik bagi orang yang
tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah
kehitam-hitaman selama 3 hari atau akan kelihatan memar selama 1 atau 2 pekan. Insya Allah
sangat baik diolesi minyak habbah sauda’ atau minak zaitun untuk menghilangkan tanda lebam
pada kulit yang selesai dibekam. Bekam ini sedotannya hanya sekali dan dibiarkan selama 5 –
10 menit.
Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk
meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit
penyebab kenyerian punggung. Bekam kering bermanfaat juga untuk terapi penyakit paru-paru,
radang ginjal, pembengkakan liver/radang selaput jantung, radang urat syaraf, radang sumsum
tulang belakang, nyeri punggung, rematik, masuk angin, wasir, dan lain-lain.
Terdapat dua teknik bekam kering yang dapat dipraktekkan untuk tempat tertentu yaitu bekam
luncur dan bekam tarik.
2. Bekam luncur, caranya dengan meng-kop pada bagian tubuh tertentu dan meluncurkan ke arah
bagian tubuh yang lain. Teknik bekam ini biasa digunakan untuk pemanasan pasien, berfungsi
untuk melancarkan peredaran darah, pelemasan otot, dan menyehatkan kulit.
3. Bekam tarik, dilakukan seperti ditarik-tarik. Dibekam hanya beberapa detik kemudian ditarik
dan ditempelkan lagi hingga kulit yang dibekam menjadi merah.
4. Bekam basah (Hijamah Rothbah), yaitu pertama kita melakukan bekam kering, kemudian kita
melukai permukaan kulit dengan jarum tajam (lancet) atau sayatan pisau steril (surgical blade),
lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah
kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit, lalu
dibuang darah kotornya. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darah kotor berupa darah
merah pekat dan berbuih. Insya Allah bekasnya (kulit yang lebam) akan hilang 3 hari kemudian
setelah diolesi minyak habbah sauda’ atau minyak zaitun. Dan selama 3 jam setelah dibekam,
kulit yang lebam itu tidak boleh disiram air. Jarak waktu pengulangan bekam pada tempat yang
sama adalah 4 minggu.
Bekam basah berkhasiat untuk berbagai penyakit, terutama penyakit yang terkait dengan
terganggunya sistem peredaran darah di tubuh. Kalau bekam kering dapat menyembuhkan
penyakit-penyakit ringan, maka bekam basah dapat menyembuhkan penyakit-penyakti yang
lebih berat, akut, kronis ataupun yang degeneratif, seperti darah tinggi, kanker, asam urat,
diabetes mellitus (kencing manis), kolesterol, dan osteoporosis.

MENGAPA HARUS BERHIJAMAH?
Teknik pengobatan hijamah adalah suatu proses membuang darah kotor (toksid/racun) yang
berbahaya dari dalam tubuh melalui bawah permukaan kulit. Toksid/toksin adalah endapan
racun/zat kimia yang tidak bisa diurai oleh tubuh. Darah kotor adalah darah yang mengandung
toksid/racun, atau darah statis yang menyumbat peredaran darah sehingga sistem peredaran darah
tidak dapat berjalan lancar. Kondisi ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan, baik fisik
maupun mental. Akibatnya akan terasa lesu, murung, resah, linu, pusing, dan senantiasa merasa
kurang sehat, cepat bosan, dan mudah naik pitam. Ditambah lagi dengan angin yang sulit
dikeluarkan dari dalam tubuh, akibatnya tubuh akan mudah kena penyakit mulai dari yang akut
seperti influenza sampai dengan penyakit degeneratif semacam stroke, darah tinggi, kanker, kencing
manis, bahkan sampai dengan gangguan kejiwaan.
Toksid dalam tubuh manusia dapat berasal dari:
1. pencemaran udara
2. makan siap saji (fast food) karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk tubuh seperti
pengawet, pewarna, essense, penyedap rasa, dan sebagainya
3. hasil pertanian seperti pestisida (insektisida, fungisida, herbisida)
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 12
4. kebiasaan buruk (bad habit) seperti merokok, makan tidak teratur/bersih, makan tidak seimbang,
terlalu panas atau dingin, terlalu asam, dan lain-lain
5. Obat-obatan kimia, karena mempunyai efek merusak organ atau mikroba yang normal dalam
tubuh.
Terdapat banyak faktor yang menyebabkan darah statis, yaitu:
1. Darah statis yang diakibatkan oleh kecelakaan sewaktu di dalam rahim dan sewaktu dilahirkan.
2. Darah statis yang bersumber dari trauma penderitaan fisik, seperti kecelakaan, terseleo,
berkelahi, kena cubit, kena tendang, kena rotan, dan sebagainya.
3. Darah statis akibat perbuatan sendiri, seperti mengangkat beban berat, penggunaan pakaian
ketat, ikat kepala yang berkepanjangan.
4. Darah statis yang bersumbrr dari emosi yang tidak terkawal. Kemarahan, ketakutan, kesedihan,
kesayuan, dan kerisauan menyebabkan pengeluaran adrenalin berlebihan yang dapat
membahayakan metabolisme tubuh.
5. Darah statis yang diakibatkan oleh diet yang tidak seimbang, kegemukan, sering sembelit, dan
pencemaran alam sekitar.
Dengan demikian darah statis harus dikeluarkan dengan cara apapun. Namun sistem
pengobatan allopathy (konvensional) tidak dapat bertindak demikian. Jadi, kita harus mencari
pengobatan yang dapat bertindak mengeluarkan toksid-toksid tersebut secara cepat agar tubuh tidak
lemah dan mudah diserang berbagai penyakit. Salah satu caranya adalah dengan berhijamah
(berbekam).
Hijamah/bekam merupakan metode paling unggul dan sangat berkhasiat untuk mengatasi
berbagai macam penyakit. Bekam juga merupakan preventive medicine (metode pencegahan) selain
juga sangat efektif untuk curative medicine (metode penyembuhan).
Hijamah bukanlah pengobatan alternatif. Namun ia merupakan pengobatan berdasarkan
wahyu (sunnah Rasul), maka ia mempunyai satu hikmah yang luar biasa dari sisi khasiatnya, dan
yang menyembuhkannya tetap adalah Allah SWT.

HADITS YANG BERKAITAN DENGAN HIJAMAH (BEKAM)
Ada suatu pertanyaan ‘asing’ yang mesti kita jawab dan renungkan: “Apakah Anda pernah
mendengar istilah bekam (hijamah)? Apakah Anda pernah dibekam? Berbahagialah apabila Anda
menjawab, “pernah”. Sayangnya, menurut sebuah survei, sebagian besar kaum muslimin belum
pernah mendengar istilah bekam apalagi yang pernah dibekam.
Kenyataan ini sungguh memprihatinkan. Sebab bekam sudah dikenal ribuan tahun yang lalu,
bahkan sejak zaman Nabi Musa AS, dan dikukuhkan syariatnya pada zaman Rasulullah SAW,
akhirnya berkembang ke seluruh dunia hingga saat ini.
Kaum muslimin jarang sekali yang mau mendalami ilmu kedokteran warisan Rasulullah
SAW yang sangat lengkap. Di antara sebagian kedokteran Nabi SAW yang dilupakan itu adalah
bekam. Sebaliknya dunia barat terus melakukan penelitian tentang bekam, yang akhirnya mereka
terapkan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun mereka tidak mengakuinya sebagai warisan
Rasulullah SAW.
Orang-orang beriman baik laki-laki maupun perempuan pasti sangat rindu ingin mendengar
Sunnah Nabi SAW, khususnya yang telah dilupakan (sunnah matrukah). Sekarang mulai tampak
banyak orang menyaksikan langsung mukjizat kesembuhan dengan mengikuti salah satu Sunnah
Nabi SAW, yaitu pengobatan dengan bekam dalam mengatasi penyakit yang sulit disembuhkan
oleh para dokter.
Setiap muslim tahu bahwa hadits-hadits Nabi SAW tidak pernah berubah atau berganti,
karena ia merupakan wahyu dari Allah SWT, sedangkan wahyu telah berhenti turun sejak Nabi
SAW wafat dan agama telah sempurna. Maka hadits-hadits Nabi SAW yang menyangkut metode
pengobatan dengan bekam, keutamaannya, hari-hari pelaksanaannya, dan sebagainya adalah
bersifat tetap tidak berubah.
Dengan maksud dakwah dan tabligh agar kaum muslimin mengetahui seluk beluk thibbun
nabawi, maka perlu disampaikan di sini hadits-hadits yang berkaitan dengan bekam.

HADITS KEUTAMAAN DAN MANFAAT BEKAM
1. Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam)
(Muttafaq ‘alaihi, Shahih Bukhari (no. 2280) dan Shahih Muslim (no. 2214)
2. Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah (HR. Ahmad, shahih).
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 13
3. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan.” (Kitab
Mukhtashar Muslim (no. 1480), Shahihul Jaami’ (no. 2128) dan Silsilah al-Hadiits ash-
Shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani)
4. Dari Ashim bin Umar bin Qatadah RA, dia memberitahukan bahwa Jabir bin Abdullah RA
pernah menjenguk al-Muqni’ RA, dia bercerita: “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam,
karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya
didalamnya terkandung kesembuhan’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim,
al-Baihaqi)
5. Kesembuhan bisa diperoleh dengan 3 cara yaitu: sayatan pisau bekam, tegukan madu, sundutan
api. Namun aku tidak menyukai berobat dengan sundutan api ( HR. Muslim).
6. Penyembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni meminum madu, sayatan alat bekam, dan sundutan
dengan api. Dan aku melarang umatku berobat dengan sundutan api. (HR. Bukhori)
7. Dari Uqbah bin Amir RA, Rasulullah SAW bersabda: “ Ada 3 hal yang jika pada sesuatu ada
kesembuhan, maka kesembuhan itu ada pada sayatan alat bekam atau minum madu atau
membakar bagian yang sakit. Dan aku membenci pembakaran (sundutan api) dan tidak juga
menyukainya.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya)
8. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika ada suatu kesembuhan pada obat-obat
kalian maka hal itu ada pada sayatan alat bekam.” Beliau bersabda: “Atau tegukkan madu.”
(Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar,karya al-Haitsami, III/388)
9. Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda: "Orang yang paling baik adalah seorang tukang
bekam (Al Hajjam) karena ia mengeluarkan darah kotor, meringankan otot kaku dan
mempertajam pandangan mata orang yang dibekamnya." (HR. Tirmidzi, hasan gharib).
10. Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu
adalah berbekam (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya Syaikh Al-Albani (II/259), Shahih Sunan
Abu Dawud, karya Syaikh Al-Albani (II/731)).
11. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: “Kalian harus berbekam dan
menggunakan al-qusthul bahri." (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan an-Nasai dalam kitab as-
Sunan al-Kubra no. 7581).
12. Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata: “Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah
hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah
malaikat melainkan mereka semua menyuruh beliau SAW dengan mengatakan: ‘Perintahkanlah
umatmu untuk berbekam’.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib).
13. Pada malam aku di-isra'kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka
berkata: “Wahai Muhammad suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR Sunan Abu Daud,
Ibnu Majah, Shahih Jami'us Shaghir 2/731)
14. Dari Ibnu ‘Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku berjalan melewati segolongan
malaikat pada malam aku diisra’kan, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: ‘Wahai
Muhammad, engkau harus berbekam’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, Syaikh al-Albani (II/259))
15. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku melewati satu dari langit-langit
yang ada melainkan para malaikat mengatakan: ‘Hai Muhammad, perintahkan ummatmu untuk
berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, alkist,
dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar,
karya al-Haitsami, III/388)
16. Dari Jabir al-Muqni RA, dia bercerita: “Aku tidak akan merasa sehat sehingga berbekam,
karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya pada
bekam itu terdapat kesembuhan’.” (Shahih Ibnu Hibban (III/440))
17. Dari Anas RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Jika terjadi panas memuncak, maka
netralkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi hipertensi pada salah seorang diantara kalian
yang akan membunuhnya’.” (diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, dari Anas
RA secara marfu’, beliau mensyahihkannya yang diakui pula oleh adz-Dzahabi (IV/212))

KEADAAN KETIKA MELAKUKAN BEKAM DAN TITIK-TITIK BEKAMNYA
1. Dari Ibnu Abbas RA, berkata: "Rasulullah SAW berobat dengan hijamah ketika beliau sedang
ihram." (HR. Bukhari)
2. Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: “Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah
berihram karena rasa sakit yang beliau rasakan di kepalanya.” (Shahih Ibnu Khuzaimah, karya
al-A’zhami (IV/187))
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 14
3. Dari Anas RA, berkata: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah berihram di
bagian punggung kaki beliau karena rasa sakit yang ada padanya.” (Shahih Ibnu Khuzaimah,
karya al-A’zhami (IV/187))
4. Dari Ibnu Abbas RA, berkata: "Rasulullah SAW berobat dengan hijamah ketika beliau sedang
puasa." (HR. Bukhari)
5. Dari Abdullah bin Buhainah RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW berbekam di bagian tengah
kepalanya sedang beliau tengah berihram karena pusing yang beliau rasakan.” (HR. Bukhari)
6. Dari Ibnu Umar RA, dia bercerita: “Nabi SAW pernah berbekam di kepalanya dan
menyebutnya dengan Ummu Mughits.” (Kitab al-Fawaaid, dinilai hasan oleh al-Albani)
7. Dari seseorang, dia bercerita, “Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak batal puasa orang yang
muntah atau orang yang bermimpi (basah) dan tidak juga orang yang berbekam’.” (HR. Abu
Dawud, Ibnu Khuzaimah, sanad hasan oleh al-Albani)
8. Dari Jabir RA, dia bercerita: “Sesungguhnya Nabi SAW jatuh dari kuda beliau dan menimpa
batang pohon, sehingga kaki beliau patah. Waki’ RA berkata: ’Sesungguhnya Nabi SAW
berbekam di bagian kaki yang terkilir’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya al-Albani )
9. Dari Jabir RA: “Nabi SAW pernah berbekam karena kakinya tersandung/terkilir.” (Shahih Ibnu
Khuzaimah)
10. Dari Anas bin Malik RA: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam di kedua urat merih (vena
jugularis/jugular vein) dan punggung bagian atas.” (HR. Abu Dawus, dishahihkan oleh al-
Albani)
11. Dari Abu Kabsyah al-‘Anmari RA: “Rasulullah SAW pernah dibekam bagian tengah kepalanya
dan diantara kedua pundaknya. Dan Beliau bersabda: ‘Barangsiapa mengalirkan darah ini, maka
tidak akan mudharat baginya untuk mengobati sesuatu dengan sesuatu’.” (Shahih Sunan Abu
Dawud (no. 3268), lihat juga kitab Jaami’ul Ushuul (VII/541))
12. Disebutkan oleh Abu Nu’aim di dalam kitab ath-Thibbun Nabawi, sebuah hadits marfu’:
“Kalian harus berbekam di jauzatil qamahduwah, karena sesungguhnya ia dapat
menyembuhkan dari 5 penyakit.” Beliau menyebutkan diantaranya adalah kusta.

TANGGAL PELAKSANAAN BEKAM
1. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19
dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan
Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani)
2. Dari Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya sebaik-baik bekam
yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19, dan pada hari ke-21.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi,
Syaikh al-Albani (II/204))
3. Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: “ Rasulullah SAW biasa berbekam di bagian urat merih
(jugular vein) dan punggung. Beliau biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19, dan ke-21.” (HR,
Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad shahih)
4. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Berbekamlah pada hari ke-17 dan
ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (Kitab
Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))

HARI PELAKSANAAN BEKAM
1. Dari Abu Hurairah RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa berbekam pada
hari Rabu atau hari Sabtu, lalu tertimpa wadhah (cahaya dan warna putih, lepra), maka
hendaklah dia tidak menyalahkan, melainkan dirinya sendiri’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an
Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))
2. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Berbekam dilakukan dalam keadaan perut
kosong adalah yang paling ideal, dimana ia akan menambah kecerdasan otak dan menambah
ketajaman menghafal. Ia akan menambah seorang penghafal lebih mudah menghafal. Oleh
karena itu, barangsiapa hendak berbekam, maka sebaiknya dia melakukannya pada hari Kamis
dengan menyebut nama Allah SWT. Hindarilah berbekam pada hari Jumat dan hari Sabtu serta
hari Ahad. Berbekamlah pada hari Senin dan Selasa. Hindarilah berbekam pada hari Rabu,
karena Rabu merupakan hari dimana nabi Ayyub tertimpa malapetaka. Tidaklah timbul penyakit
kusta dan lepra, kecuali pada hari Rabu atau malam hari Rabu.” (Shahih Sunan Ibnu Majah,
II/261, karya Imam al-Albani)
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 15
Catatan
Al-Khallal berkata: “Aku diberitahu Ishmah bin Isham, dia berkata: Aku diberitahu Hambal, dia
berkat: ‘Abu Abdullah Ahmad bin Hambal biasa melakukan bekam kapan pun ketika darah tidak
normal dan kapan pun waktunya’.”
Dari beberapa hadits di atas dapat disimpulkan bahwa Nabi SAW biasa melakukan bekam ketika
sakit, tanpa harus melihat kapan waktunya, tanpa harus menunggu hingga tiba waktu tertentu.
Secara ilmiah dan medis, jika waktu-waktu yang ditetapkan para ulama itu merupakan waktu yang
paling baik dan paling tepat untuk melakukan bekam, karena pada saat itulah darah sedang tidak
normal, maka waktu datangnya sakit merupakan waktu yang paling tepat dan efektif, karena saat
itulah darah sedang tidak normal.

HALALNYA UPAH BAGI PEMBEKAM (HAJJAM)
1. Dari Ibnu Abbas RA: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam di kedua urat merih dan di bagian
antara kedua pundak yang merupakan pangkal punggung. Lalu beliau memberikan upah kepada
pembekam. Seandainya upah bekam itu haram, pastilah Beliau SAW tidak memberinya.” (Kitab
Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtishar oleh Imam al-Albani)
2. Dari Rafi’ bin Khadij RA, Rasulullah SAW bersabda: “Apa yang didapatkan oleh seorang
pembekam, maka sebaiknya upah itu diberikan rangsum makanan untuk binatang ternak.” (HR.
Ahmad, ath-Thabrani, Abu Dawud, at-Tirmidzi)
3. Dari Ibnu Umar RA: “Bahwa Nabi SAW pernah mengundang seorang tukang bekam lalu dia
membekam beliau SAW. Setelah selesai, beliau SAW bertanya kepadanya: ‘Berapa pajakmu?’
Dia menjawab: ‘Tiga sha’.’ Lalu beliau SAW membatalkan satu sha’ dari pajaknya, kemudian
beliau memberikan upahnya.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan
ikhtishar oleh Imam al-Albani)
4. Dari Ali RA: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam dan menyuruhku untuk memberi tukang
pembekam upahnya.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtishar
oleh Imam al-Albani)
5. Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW melarang mencari rizqi melalui
tukang bekam.” (HR. Ibnu Majah)
6. Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW pernah berbekam, beliau dibekam
oleh Abu Thayyibah RA. Lalu beliau menyuruh seseorang untuk memberikan dua sha’ bahan
makanan kepadanya. Beliau memberitahu keluarganya, lalu mereka menghapuskan pajaknya.”
(Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtisar oleh Imam al-Albani)
Catatan
Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunan-nya dari ‘Ikrimah RA: “Ibnu Abbas RA memiliki tiga orang
budak yang ahli bekam. Dua orang diantaranya dikaryakan untuk sumber penghasilan dirinya dan
keluarganya, sedangkan yang satu orang lagi khusus membekam dirinya dan keluarganya.” (Ath-
Thibb, 1978, hasan ghorib)

TESTIMONI PENELITIAN
1. Berdasarkan Laporan Umum Penelitian tentang Pengobatan dengan Metode Bekam tahun 2001
M (pada 300 kasus) dalam buku Ad Dawa’u l-Ajib yang ditulis oleh ilmuwan Damaskus
Muhammad Amin Syaikhu didapat data sebagai berikut:
2. Dalam kasus-kasus tekanan darah tinggi, tekanan darah turun hingga mencapai batas-batas
normal.
3. Dalam kasus-kasus tekanan darah rendah, tekanan darah naik hingga batas batas normal.
4. Jumlah sel-sel darah putih (leukosit) meningkat dalam 60% kasus dan masih dalam batas-batas
normal.
5. Kadar gula darah turun pada pengidap kencing manis dalam 92,5 % kasus.
6. Jumlah asam urat di darah turun pada 83,68% kasus.
7. Pada darah bekam yang keluar, didapati bahwa eritrosit yang didalamnya berbentuk aneh.? tidak
berfungsi normal, menganggu kinerja sel lain.
4
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 16

PROSEDUR MELAKUKAN PEMBEKAMAN
1. PERSIAPAN
A. MENYIAPKAN ALAT, SARANA DAN RUANGAN
1) Alat yang dipersiapkan: set kop/tabung penghisap, skapel, jarum, lancet pen, pisau bedah,
duk kain, sarung tangan, masker, mangkok/cawan, tempat sampah, meja dan kursi
2) Bahan yang disiapkan: kassa, kapas/tissue, betadin, detol, sabun, zalf, alkohol, spiritus,
minyak zaitun, minyak habbatussauda, al qusthul hindi, minyak urut hangat (misal
gandapura), minuman hangat, baik kalau disediakan madu dan susu.
3) Mensterilkan alat agar bebas kuman dan tidak menyebarkan penyakit, dengan cara: merebus
tabung kop paling sedikit selama 30 menit setelah air mendidih terus menerus (karet dilepas
dulu). Sarung tangan, karet dan duk kain disterilkan dengan tablet formalin.
4) Jarum, pinset, pisau, silet, hanya boleh sekali pakai saja. Selesai satu pasien, langsung buang
5) Ruangan harus bersih, terang dan cukup aliran udara dan tidak pengap

B. MENYIAPKAN PASIEN
1) Pasien dijelaskan tentang bekam, efek yang terjadi, proses kesembuhan dll
2) Pasien disiapkan mentalnya agar tidak gelisah dan takut, bimbinglah berdoa dan berwudlu
3) Bagi pasien yang belum pernah dibekam cukup dibekam 1 - 2 gelas
4) Pasien dipersiapkan makanan, minuman, kebersihan tubuh dan kebersihan tempat yang akan
dibekam

C. MENYIAPKAN DIRI SENDIRI (JURU BEKAM)
1) Juru bekam dalam keadaan sehat, tidak sakit, sudah berwudlu dan berdoa
2) Juru bekam telah menguasai ilmu bekam (professional)
3) Juru bekam sudah sering dibekam dan membekam
4) Juru bekam meningkatkan iman dan taqwa

2. IDENTIFIKASI PASIEN
A. Mencatat Identitas Umum: Nama, alamat, usia, jenis kelamin, status
B. Mencatat Identitas Keluarga: Kedudukan dan status dalam keluarga

3. MEWAWANCARAI PASIEN
A. Keluhan pasien, keluhan utama, keluhan tambahan/lain, riwayat penyakit
B. Keluhan dari masing-masing organ tubuh

4. MEMERIKSA FISIK PASIEN
A. Pemeriksaan Umum: tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan, lidah, iris, telapak tangan, dll
B. Pengamatan, pendengaran, dan penciuman dari daerah keluhan, dan dari masing-masing organ
C. Perabaan sekitar keluhan dan perabaan pada sekitar organ lain
D. Pengetukan daerah sekitar keluhan dan pada organ lain

5. PEMERIKSAAN PENUNJANG LAIN
A. Pemeriksaan khusus: iris mata (iridologi), lidah, telinga, telapak tangan dll
B. Pemeriksaan penunjang: laboratorium, radiologi, CT-Scan, MRI dll

6. PENYIMPULAN DAN PENENTUAN DIAGNOSA PENYAKIT
A. Menentukan jenis keluhan
B. Menentukan jenis penyakit
C. Menentukan letak penyakit
D. Menentukan penyebab penyakit
E. Menentukan jenis pengobatan

7. MENENTUKAN DAERAH DAN TITIK YANG DIBEKAM
A. Titik yang sesuai dengan yang dikeluhkan
B. Titik lain yang satu jurusan/meridian dengan titik yang dikeluhkan
C. Titik lain yang berlawanan dengan titik yang dikeluhkan
D. Titik lain yang berpasangan dengan titik yang dikeluhkan
E. Titik-titik istimewa
F. Titik-titik khusus

8. MELAKUKAN PEMBEKAMAN
A. Bekam tanpa mengeluarkan darah (hijamah jaffah = bekam kering)
B. Bekam dengan mengeluarkan darah (hijamah damamiyah = bekam basah)

9. MEMBERIKAN TERAPI LAIN
A. Memberikan terapi tindakan, operasi dll
B. Memberikan "food suplement" obat-obatan dan bahan berkhasiat
C. Memberikan nasehat, tausiyah dan doa.

BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PROSES PEMBEKAMAN
1. Bekam tidak dianjurkan terhadap:
a) Penderita diabetes (kencing manis) atau pendarahan, kecuali juru bekam yang benar-benar
ahli.
b) Pasien yang fisiknya sangat lemah
c) Penderita infeksi kulit yang merata
d) Orang tua, jika mereka tidak sangat membutuhkannya, karena lemahnya fisik mereka
e) Anak-anak penderita dehidrasi (kekurangan cairan) (bekam basah)
f) Penderita penyakit kanker darah
g) Penderita yang sering mengalami keguguran kandungan
h) Penderita penyakit gila dan ketidakstabilan emosi
i) Penderita Hepatitis A dan B apabila sedang dalam kondisi parah. Adapun bila kondisi sudah
tidak parah atau penyakit tersebut merupakan penyakit menahun, maka tidak mengapa untuk
diobati dengan bekam
j) Pengidap penyakit kuning karena hepatitis
k) Pasien yang melakukan cuci darah
l) Pasien yang mengalami kelainan klep jantng, kecuali di bawah pengawasan dokter dan
orang yang benar-benar ahli bekam
m) Penderita kedinginan, sementara suhu badannya sangat tinggi atau penderta flu dan
semisalnya, kecuali setelah ia tidak lagi merasa kedinginan
n) Wanita hamil pada 3 bulan pertama
o) Terhadap orang yang kesurupan, terkena sihir, guna-guna, dan sebagainya, kecuali juru
bekam yang telah mampu menghadapi kasus-kasus semacam ini.
p) Pada orang yang baru pertama kali melakukannya, kecuali setelah dilakukan persiapan
mental baginya. Yang paling baik adalah hendaknya ia melihat orang lain yang berbekam di
hadapannya. Selain itu, ia perlu mendengar tentang keutamaan-keutamaan dan manfaat
bekam
q) Pasien yang masih mengkonsumsi obat pelancar darah, kecuali dengan sangat hati-hati.
Demikian pula terhadap orang yang kelelahan, sehingga ia beristirahat
r) Pasien penyakit jantung, tidak boleh dilakukan terhadap pasien yang menggunakan
peralatan bantu untuk mengatur detak jantung.
s) Terhadap orang yang baru memberikan donor darah kecuali setelah berlalu beberapa hari,
tergantung kondisi kesehatannya. Demikian pula terhadap penderita vertigo, sampai keadaan
dirinya rileks.
t) Pengguna obat-obat perangsang tidak dianjurkan untuk dibekam, kecuali setelah
meninggalkannya. Penderita ketakutan juga sebaiknya menunggu sampai kondisi
kejiwaannya tenang.

2. Seyogyanya dihindari pembekaman langsung sesudah mandi
3. Seyogyanya dihindari pembekaman setelah pasien mengalami muntah
4. Dianjurkan tidak langsung makan sesudah berbekam, tetapi boleh minum madu atau minuman
yang memulihkan kebugaran
5. Pada penderita dengan kelainan cairan lutut, dalam pembekaman jangan sampai gelas bekam
dipasang pada daerah yang sakit, melainkan di sekitarnya.
6. Varises yang terjadi di betis, maka pembekaman dilakukan di kanan kiri varises secara hati-hati
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 18
7. Pembekaman terhadap pasien yang mengidap penyakit liver (hati) harus dilakukan secara sangat
hati-hati
8. Penderita penyakit perdarahan atau diabetes (kencing manis) jika dilakukan pembekaman, maka
tidak dengan sayatan, melainkan dengan tusukan ringan dengan jarum akupuntur
9. Untuk penderita tekanan darah rendah hendaklah daerah punggung bagian bawah tidak
dibekam. Pembekaman hendaknya juga dilakukan satu demi satu, jangan dilakukan
pembekaman sekaligus di dua tempat atau lebih secara bersamaan
10. Untuk penderita anemia, pembekaman dilakukan satu demi satu, sesuai dengan kesiapan kondisi
tubuhnya. Jika pasien mengalami pingsan, maka gelas bekam harus segera dicabut dan pasien
diberi minuman yang mengandung gula (air manis).
11. Jangan melakukan bekam kecuali setelah bertanya kepada pasien, apakah aliran darahnya deras,
apakah ia mengidap diabetes, penyakit-penyakit hati (hepatitis), kanker, urat yang robek, dan
ada cairan di lututnya.
12. Bekam terhadap wanita harus dilakukan oleh sesama wanita atau laki-laki yang menjadi
mahramnya
13. Tidak boleh dilakukan bekam di atas simpul otot, tapi bisa dilakukan penyedotan dengan gelas,
tanpa penyayatan (bekam kering)
14. Bagi orang tua dan anak-anak, hanya dilakukan penyedotan ringan
15. Tidak dianjurkan melakukan bekam dalam keadaan sangat kenyang atau sangat lapar
16. Dianjurkan mandi air hangat dan melakukan pemijatan setelah berbekam
17. Ditegaskan pada pasien agar sehari sebelum dan sesudah bekam tidak berhubungan badan
(bersetubuh) dengan istrinya untuk menghindari lemah badan.
18. Jika pasien pingsan lantaran bekam, hendaknya dibaringkan dan diolesi minyak jinten hitam
(habbatussauda) pada bagian tengkuknya dan dipijati perlahan hingga sadar. Juru bekam tidak
perlu kuatir, sebab hal itu sudah biasa terjadikarena kondisi fisik pasien yang kurang fit. Juru
bekam hendaknya menenangkan pasien ketika telah sadar dan bekam bisa dilanjutkan lain
waktu ketika keadaan pasien sudah normal.
19. Dapat juga untuk pasien yang pingsan hendaknya dibaringkan di atas lantai yang tidak dingin
dengan posisi terlentang, kemudian angkat kaki setinggi mungkin atau telungkup dan angkat
kaki dan tekuk berulang kali.

CARA MEMBEKAM
1. Siapkan gelas ukuran sedang yang telah dipasang alat pemantiknya, dalam keadaan steril yang
sebelumnya dapat direndam dalam alkohol kemudian dikeringkan dan dibersihkan dengan
tissue/kapas.
2. Bersihkan daerah akhda' dengan kapas/kain kassa yang telah diberi betadine. Juru bekam dan
pasien dalam keadaan suci dari hadas dengan wudlu. Juru bekam dapat membaca/berdoa (sir
atau jahr) dengan bacaan ruqyah untuk orang sakit yang dicontohkan Nabi SAW. dan ingatkan
pasien untuk selalu berdzikir dengan membaca minimal: "Allahu huwa asysyifa" atau "Allahu
Huwasysyafi'" (Allah Yang Maha Menyembuhkan), selama proses pembekaman supaya yaqin
bahwa hanya Allah SWT. yang dapat menyembuhkan penyakit. Juru bekam juga harus selalu
membaca dzikir ini.
3. Letakkan alat bekam di daerah akhda' dan ucapkan Basmalah (dengan sir atau jahr)
4. Kokang secukupnya 2-3 kali, tidak terlalu kuat atau lemah, kemudian geserkan gelas bekam ke
seluruh tubuh bagian punggung, tanpa melepas penyedotnya. Jika terlalu lemah sedotannya
maka gelas bekam akan lepas, sedot lagi secukupnya. Cara ini disebut "Bekam Luncur", untuk
mendapatkan kelenturan kulit dan daging sebelum bekam kering, serta memberikan efek
nyaman pada pasien.
5. Setelah bekam luncur selesai, pijat-pijatlah daerah yang akan dibekam, seperti halnya pijat
refleksi. Pijat ini akan memberikan kelenturan kulit dan daging juga dan memberikan rasa
nyaman.
6. Letakkan lagi alat bekam di daerah akhda' dan ucapkan Basmalah (dengan sir atau jahr)
7. Kokang atau sedot secukupnya 8-10 kali sehingga gelas menempel kokoh berada di daerah
akhda', kemudian tunggu 5-7 menit.
8. Bukalah penutup gelas bagian atas agar udara dapat masuk, sehingga gelas bekam mudah
diambil.
9. Ambil silet/pisau/jarum/lancet pen lalu sayatkan/tusukkan ke daerah akhda' secukupnya (jangan
terlalu dalam dan banyak sayatan) dan arah sayatan harus searah dematom kulit (jangan
berlawanan karena bisa terputus syaraf dan pembuluh darahnya)
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 19
10. Ambil gelas dan pemantiknya, arahkan ke tempat semula, lalu kita kokang secukupnya sambil
mengucapkan Basmalah. Kemudian tunggu sampai darah kotor (rusak) keluar 5-7 menit. Gelas
mulai kelihatan terisi darah kotor akibat adanya tekanan udara dalam gelas tersebut. Perhatikan
betul bagi penderita diabetes agar waktu bekam tidak terlalu lama untuk menghindari
terkelupasnya kulit yang dapat menimbulkan luka.
11. Ambil tissue dan letakkan di bawah gelas dengan tangan kiri, lalu perlahan buka penutup udara
bagian atas gelas dan segera buka, ditekan lalu arahkan agar darah masuk semua ke dalam gelas
bekam dengan tangan kanan. Tahan tissue dengan tangan kiri sampai sisa darah habis dan
bersihkan ke seluruh daerah akhda' dengan tissue tersebut sampai bersih.
12. Bersihkan gelas bekam yang berisi darah kotor dengan tissue. Semakin parah penyakit
seseorang, maka semakin merah kehitaman darah yang ada di gelas. Bersihkan gelas sampai
jernih kembali.
13. Lakukan lagi proses penyedotan sekurang-kurangnya 2 kali maksimal 5 kali. Setelah selesai,
gelas bekam ditaruh di cawan untuk dibersihkan.
14. Tutup luka sayatan/tusukan dengan membersihkan sisa darah dengan betadine, lalu oleskan
minyak habbatussauda/ zaitun/ al-qisthul hindi, lalu tutup dengan kapas/tissue agar minyak tidak
mengenai pakaian dan dagu.
15. Dengan pemakain minyak di atas, Insya Allah luka sayatan akan tertutup kembali/normal
seperti semula.

TEMPAT/TITIK BEKAM
1. Di bagian atas kepala (ummu mughits), caranya dengan mencukur rambut pada bagian yang
akan dibekam. Bekam di kepala sangat efektif untuk terapi penakit migrain, vertigo, sakit kepala
menahun, darah tinggi, stroke, suka mengantuk, sakit gigi, sakit mata, melancarkan peredaran
darah, perbaikan sistem kekebalan tubuh, dan lain-lain.
2. Di sekitar urat leher (al akhda’iin), titik ini untuk mengobati penyakit seperti: sakit kepala,
wajah, kedua telinga, mata, polip (hidung) dan tenggorokan, gigi seri lidah, kanker darah,
melancarkan peredaran darah.
3. Di bawah kepala (An Naqrah), sekitar empat jari di bawah (tulang tengkorak paling bawah),
bermanfaat menyembuhkan radang mata (pada anak-anak), tumor pada telinga, berat kepala,
bintik-bintik di wajah, jerawat.
4. Daerah antara dua pundak (al kaahil), merupakan titik paling sentral untuk mengatasi berbagai
macam penyakit.
5. Daerah sekitar pundak kiri dan kanan (Naa ‘is), yaitu daging lembut di pundak yang tegang
ketika merasa takut. Bekam pada titik ini dapat bermanfaaat untuk menetralisir keracunan dan
penyakit liver.
6. Daerah punggung (di bawah tulang belikat), bekam di daerah ini banyak memiliki keistimewaan
dan kahsiatnya.
7. Daerah punggung bagian bawah dan tulang ekor untuk penyakit pegal/nyeri di pinggang dan
wasir.
8. Pangkal telapak kaki (iltiwa’ – di bawah mata kaki) untuk penyakit nyeri di kaki, asam urat,
kaku, dan pegal-pegal.
9. Di tempat-tempat yang dirasakan sakit.
Lebih detail, diterangkan sebagai berikut:

1. AL AKHDA'AIN :
a) Terletak di sekitar otot-otot (urat leher) kanan dan kiri, di sekitar vena jugularis interna dan di
sekitar otot sternocleidomastoideus.
b) Merupakan pusat kegiatan dan penjalaran dari usus kecil dan besar.
c) Berperan dalam pengobatan gondok, afonia, kaku kuduk/leher, nyeri tenggorokan, flu, pipi
bengkak, tinnitus, mencegah sakit kepala, sakit wajah, sakit gigi, sakit telinga, hidung, sakit
kerongkongan .

2. ILTIWA'
a) Terletak di bawah mata kaki bagian dalam (malleolus medialis), antara malleolus medialis
dengan tulang tumit (calcaneus)
b) Merupakan pusat penjalaran organ ginjal
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 20
c) Berperan dalam pengobatan tinnitus, hemoptisis, gangguan haid, insomnia, ejakulasi dini, asam
urat, ginjal, bronkietasis, nyeri punggung, gangguan kencing dll.

3. AL KAHIL
a) Terletak di sekitar tonjolan tulang leher belakang (processus spinosus vertebrae VII), antara
bahu (acromion) kanan dan kiri, setinggi pundak.
b) Merupakan titik pertemuan dan penjalaran organ kandung empedu, lambung, usus halus, usus
besar, kandung kemih dan tripemanas.
c) Berperan dalam pengobatan nyeri leher, demam, epilepsi, batuk, flu, asma, kaku punggung dll.
d) Anas bin Malik berkata: " Rasulullah SAW. pernah dibekam di al akhda'ain dan al kahil" (HR.
At Tirmidzi, Abu Dawud, Hakim dan Ahmad).

4. HAMMAH ('Alaa Ro'sun)
a) Merupakan titik paling atas kepala, terletak di tulang ubun-ubun (osparetale) bagian depan,
yaitu terletak di titik pertemuan antara batas rambut bagian belakang dengan batas rambut
bagian depan.
b) Berperan dalam pengobatan sakit kepala, pusing, vertigo, mania, gangguan pengkihatan,
menghilangkan pengaruh sihir, stroke dll.

5. YAFUKH
a) Terletak di titik pertemuan tulang tengkorak depan dan belakang, yaitu antara tulang ubun-ubun
(os parietale) dan tulang dahi (os frontale).
b) Pada anak-anak, saat pembekaman tidak boleh dikeluarkan darahnya, karena umumnya
pertemuan antara kedua tulang tersebut belum menutup sempurna.
c) Berperan dalam pengobatan epilepsi, pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, rinorhea,
kejang dll.
6. AL KATIFAIN
Kedua bahu. Berfaidah untuk mengobati penyakit di pundak dan penyakit leher. (Nabi SAW
melakukan bekam pada kedua bahu saat diberi makanan lengan daging kambing yang dibubuhu
racun oleh yorang Yahudi.

7. 'ALA WARIK
Berguna untuk sakit pegal-pegal, lower back pain (Dari Jabir RA, bahwa Rasulullah SAW pernah
melakukan bekam pada pinggulnya karena penyakit pegal-pegal/capek yang dideritanya (HR. An-
Nasai, Ibnu Majah).

8. QAMAHDUAH
a) Terletak di tulang kepala belakang di sekitar tonjolan tulang
b) Bagian dimana kalu sesorang tidur terlentang maka qamahduah adalah bagian kepala yang
menempel di tanah.
c) Berperan dalam pengobatan sakit kepala belakang, pening, tuli, kaku lidah, schizophrenia,
epilepsi, leher kaku, pusing, vertigo dll.

9. PELIPIS DAN DAGU
Berguna untuk mengobati pusing/pening pada kepala, mengobati sakit gigi dan sakit pada bagian
wajah, mengobati sakit kerongkongan/batuk. (Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW pernah
melakukan bekam sebanyak 3 kali pada kedua pelipisnya.

10. BAGIAN PUNGGUNG KAKI
Berguna untuk menghilangkan kutil atau borok yang tumbuh di kedua paha, betis, serta tulang
kering. Menghentikan keluarnya darh haidh dan gatal-gatal pada buah testis (kantung kemaluan
laki-laki) dan asam urat.

11. DI BAWAH DADA DI ATAS PERUT
Berguna untuk menyembuhkan bisul-bisul, kurap/kudis dan panu yang ada di paha, menyembuhkan
kaki yang sering nyeri, mengobati wasir, mengobati penyakit kaki bengkak (elephantiasis),
menghilangkan gatal-gatal pada bagian punggung.

12. 'ALA DZOHRIL QODAMI
Terletak di bagian kaki belakang di bawah lekukan lutut. Berguna untuk menghilangkan keletihan
pada bagian kaki.

13. UMU MUGITS
a) Terletak di tulang tengkorak di bagian atas agak ke belakang. Tepatnya di tulang ubun-ubun, di
2/3 bagian depan.
b) Apabila kepala dan batas rambut bagian belakang ke batas rambut bagian depan dibagi menjadi
12 bagian, maka umu mugits terletak di 7 bagian dari garis batas rambut bagian belakang dan 5
bagian dari garis batas rambut bagian depan.
c) Hati-hati saat pembekaman kepala, sebab dekat dengan pusat sensorik dan motorik, yang
menyebabkan kelumpuhan organ-organ dan alat-alat tubuh.

TITIK-TITIK TERLARANG UNTUK DIBEKAM
Pada dasarnya bekam dapat dilakukan di tempat mana saja, namun harus diingat ada bagianbagian
tubuh yang apabila dibekam menimbulkan efek negatif. Oleh karena itu harus diperhatikan
tempat-tempat bahaya tersebut.
Titik bekam yang harus dihindari adalah area tubuh yang banyak simpul limpa (lymphatic
system), lubang-lubang pada anggota tubuh, area tubuh yang berdekatan dengan pembuluh besar,
lokasi palpitasi, dan bagian tubuh yang ada varises, tumor, retak tulang, jaringan luka, dan
sebagainya.
Sistem limpa merupakan sistem penyingkiran sisa-sisa buangan metabolisme, bakteri jahat,
sisa sel tubuh, dan bahan-bahan tidak terpakai lainnya dari jaringan dalam tubuh ke dalam nodus
limpa dimana dimusnahkan oleh sel-sel immunity, seperti sel B, sel T, dan magrofag. Sistem limpa
daerah lympatic yaitu daerah dimana terdapat pembuluh darah limpa yang memproduksi cairan
lympatic untuk mengontrol sistem kekebalan tubuh, antara lain dada, leher bagian depan, ketiak,
lengan depan bagian atas, pangkal paha, bagian persendiaan, tonsil tenggorokan, dan ulu hati.
Secara lebih lengkap titik-titik terlarang sebagai berikut:
1. Inveksi baru. Karena darah akan mengucur deras dan keluar terlalu banyak. Karena dengan
torehan yang tipis pada epidermis saja, darah bisa keluar banyak yang dapat mengakibatkan
anemia.
2. Patella atau tempurung lutut
3. Tepat di sendi-sendi tulang
4. Varises. Benar-benar merupakan tindakan yang amat bodoh jika gelas bekam mengenai varises.
Jika pembuluh darah vena yang mengalami varises itu pecah, maka dapat mengancam nyawa
pasien
5. Tumor dan kanker. Prinsipnya sama dengan varises
6. Tulang punggung kecuali di bagian bawah servikal dan bagian atas torakal serta bagian bawah
lumbar
7. Pusat kelenjar limfa atau getah bening atau node lymphaticy
8. Lubang-lubang alami, seperti telinga, pusar, puting susu atau payudara, mata, telinga
9. Bagian yang terkena cacar air. Prinsipnya sama dengan luka baru
10. Di bagian tubuh yang sangat sakit karena asam urat stadium tinggi
11. Bagian perut wanita hamil. Kalaulah harus dihijamah, maka dapat dihijamah dari arah belakang
atau punggung
12. Bagian tubuh yang sensitive dan banyak syaraf yang lembut, seperti pergelangan lengan tangan
dalam. Hal ini hanya sebatas untuk kehati-hatian, karena toh sayatan dilakukan amat tipis di
epidermis
13. Tepat di lipatan tubuh, seperti ketiak, selangkangan, siku dalam

WAKTU KHUSUS BEKAM
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., dia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Waktu yang paling
baik bagi kalian untuk melakukan hijamah ialah pada tanggal 17, 19, dan 21 (dari bulan
qamariyah)”.
Secara alamiah pada tanggal tersebut cairan-cairan dalam tubuh bergolak dan mencapai
puncak penambahannya. Jika di awal bulan darah belum bergejolak sedangkan di akhir bulan darah
sudah mulai berkurang.
Pemilihan waktu hijamah adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan
penjagaan diri terhadap penyakit. adapun untuk kasus tertentu misalnya sakitnya tidak tepat/ jauh
pada tanggal tersebut bisa dibekam pada waktu sakit karena saat itu darah dalam keadaan tidak
normal.
Dari Anas RA, berkata Rasulullah SAW biasa berbekam pada akhda'ain dan tengkuk. Beliau
berbekam pada tanggal 17, 19, dan 21 bulan hijrah (HR. Tirmidzi:51/Hasan). Rasulullah SAW
bersabda: "Barangsiapa berbekam pada tanggal 17, 19 dan 21, maka itu akan menyembuhkan
semua penyakit" (HR. Abu Dawud, (3861), hasan). Ibnul Qoyyim berkata: " Semua hadits ini sesuai
dengan kesepakatan para tabib bahwa berbekam pada paruh kedua suatu bulan hingga pekan ketiga
dari setiap bulan, lebih bermanfaat daripada berbekam pada awal bulan maupun akhir bulan.
Namun, bila karena suatu kebutuhan pengobatan dengan cara ini digunakan, kapan saja itu
dilakukan, maka tetap bermanfaat, meski di awal bulan atau akhir bulan."

BAGIAN IV
LAMPIRAN
PERSIAPAN PROSES HIJAMAH (BEKAM)
SEBELUM HIJAMAH (BEKAM):
1. KOSONGKAN PERUT SEKITAR 2 - 5 JAM.
2. TIDAK BOLEH TERLALU LAPAR/KENYANG.
3. PERBANYAK MINUM, TERUTAMA MANIS DAN HANGAT, MISAL
MINUM MADU ATAU SUSU, KECUALI ADA PANTANGAN
KARENA ADA PENYAKIT TERTENTU SEPERTI DIABETES.
4. TIDAK BOLEH TERLALU LELAH/CAPAI.
5. SEBAIKNYA DIHINDARI PEMBEKAMAN LANGSUNG SESUDAH
MANDI AIR DINGIN
6. DIANJURKAN SEBELUM BEKAM MANDI AIR HANGAT
7. LEBIH BAIK JIKA SEHARI SEBELUMNYA TIDAK BERHUBUNGAN
SUAMI-ISTRI.
8. MENYAMPAIKAN SEMUA KELUHAN ATAU SAKIT YANG
DIRASAKAN AGAR HAJJAM (PENGHIJAMAH) DAPAT
MENENTUKAN DENGAN TEPAT JENIS PENYAKITNYA. LEBIH
BAIK LAGI KALAU ADA CATATAN MEDIS DARI DOKTER/
PUSKESMAS/RUMAH SAKIT.
9. BERNIAT MENGAMALKAN SUNNAH NABI.

SELAMA HIJAMAH (BEKAM):
1. DIANJURKAN MEMBACA BACAAN DAN DO’A RUQYAH, JIKA
TIDAK DAPAT MINTA KEPADA HAJJAM UNTUK MENUNTUN
MEMBACA DO’A RUQYAH TERSEBUT.
2. PERBANYAK DZIKIR KEPADA ALLAH SWT DENGAN MEMBACA:
“Allahu Huwasy Syafi”, “Allah Yang Maha Menyembuhkan”, CUKUP
DALAM HATI.
3. MINUM AIR PUTIH.

SETELAH HIJAMAH (BEKAM):
1. MINUM AIR MANIS, KECUALI BAGI YANG TERKENA DIABETES,
LEBIH BAIK LAGI MERUPAKAN CAMPURAN AIR PUTIH, MADU,
SUSU DAN HABBATUS SAUDA’.
2. DIANJURKAN MANDI AIR HANGAT.
3. BOLEH MAKAN KURANG LEBIH 1 JAM SESUDAH BEKAM,
DENGAN MENGHINDARI MAKANAN DINGIN, ASIN, PEDAS DAN
ASAM, BOLEH MAKAN MAKANAN KECIL/SEDIKIT.
4. JANGAN LANGSUNG BEKERJA KERAS.
5. ISTIRAHAT SECUKUPNYA, LEBIH BAIK LAGI TIDUR.
6. MENGHINDARI BERJIMA’ SEHARI SETELAH DIBEKAM.
7. MENGKONSUMSI HERBAL UNTUK KESEHATAN.


TITIK-TITIK BEKAM MENURUT USTADZ KATHUR SUHARDI

TITIK-TITIK BEKAM MENURUT USTADZ KATHUR SUHARDI


 TITIK-TITIK BEKAM MENURUT HPA

RUJUKAN
Abu Ziyad. 2005. Pedoman Praktek Ruqyah Syar'iyah. Lombok dan Bali Ruqyah Center.
Aiman Al Husaini. 2005. Bekam, Mukjizat Pengobatan Nabi SAW. Jakarta: Pustaka Azzam.
Aiman bin Abdul Fattah. 2004. Pengobatan dan Penyembuhan Menurut Wahyu Nabi SAW,
Terjemahan oleh Kathur Suhardi. Jakarta: Pustaka As-Sabil.
Aiman bin Abdul Fattah. 2005. KEAJAIBAN THIBBUN NABAWI, Bukti ilmiah dan Rahasia
Kesembuhan dalam Metode Pengobatan Nabawi. Solo: Al Qowam
A.R. Mahmud D. 2006. Kombinasi Tiga Terapi Alternatif. Jakarta: Yayasan Media Kesehatan
Alternatif.
Azib Susiyanto. 2006. Terapi Homeopathy dengan Metode Hijamah. Majalah Kisah Islami,
ALKISAH, edisi Mei, No. 10, Tahun IV, 2006.
Beijing Kang Da World Medical Appliance Center (Kang Zhu)
Budi Sutomo. 2006. Bekam, Pengobatan Alternatif Bernuansa Religi. Majalah Kesehatan Keluarga,
DOKTER KITA, edisi Juni-Juli 2006
Darmanto Djojodibroto. 2003. Seluk Beluk Pemeriksaan Kesehatan (General Medichal Check Up,
Bagaimana Menyikapi Hasilnya). Jakarta: Pustaka Populer Obor
D’Hiru. 2005. Iridologi: Mendeteksi Penyakit Hanya Dengan Mengintip Mata. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
David Werner. 2005. Apa Yang Anda Kerjakan Bila Tidak Ada Dokter?. Yogyakarta: Yayasan
Essentia Medica.
E. Oswari. 2003. Penyakit dan Penanggulangannya. Jakarta: FK UI.
Fadlan Abu Yasir, Lc. 2005. Terapi Serangan Sihir dengan Ruqyah dan Doa. Boyolali:
Umaimatama
Ibnu Qayyim Al Jauziyah. 2004. Metode Pengobatan Nabi SAW (Edisi Lengkap). Jakarta: Griya
Ilmu.
Ibnu Qayyim Al Jauziyah. 2005. Zaadul Ma'ad (Bekal Menuju Ke Akhirat). Jakarta: Pustaka
Azzam.
Kathur Suhardi dan Aminah Syafa'ah. 2006. Anatomi Hijamah (Titik-titik Bekam). Jakarta: Pustaka
As-Sabil
Kathur Suhardi dan Aminah Syafa'ah. 2006. Materi Pelatihan Hijamah. Jakarta: Pustaka As-Sabil
Kathur Suhardi dan Aminah Syafa'ah. 2006. Uraian Kode Anatomi Hijamah. Jakarta: Pustaka As-
Sabil
Kus Irianto. 2005. Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia untuk Paramedis. Bandung: Yrama Widya.
Kus Irianto dan Kusno Waluyo. 2004. Gizi dan Pola Hidup Sehat. Bandung: Yrama Widya.
Maulana Muhammad Zakariyya.2003. Manzil. Yogyakarta: Ash-Shaff.
Muhammad Ainul Hadi. 2006. Menaklukkan Penyakit Bersama Thibbun Nabawi. Magetan,
Temboro: Klinik Al Madinah.
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si - 52
Muhammad Halabi Hamdi, dkk. 2005. Pedoman Penyembuhan Penyakit Menurut Ajaran
Rasulullah SAW. Yogyakarta: Absolut
Muhammad Musa Alu Nashr. 2005. BEKAM. Cara Pengobatan Menurut Sunnah Nabi SAW.
Terjemahan oleh M. Abdul Ghoffar. Jakarta: Pustaka Imam Asy Syafi'i
Pandi Winoto. 2003. Pengobatan Alternatif. Yogyakarta: Kanisius
Prayogo Utomo. 2005. Apresiasi Penyakit. Pengobatan Secara Tradisional dan Modern. Jakarta:
PT. Rineka Cipta.
Rahimsyah. Tanpa Tahun. Penyembuhan Alamiah dengan Pijat Urat dan Obat Kuno. Surabaya:
Apolo
Sheet Poster Gambar Peta Titik Bekam HPA
Sheet Poster Gambar: Panduan Praktis Bekam (Granada Mediatama)
Sugeng. 2001. Tanaman Apotik Hidup. Semarang: Aneka Ilmu.
Syihab Al Badri Yasin. 2005. BEKAM, Sunnah Nabi dan Mu’jizat Medis. Solo: Al Qowam
Yovita Hety Indiani, dkk. 2005. 26 Terapi Menuju Sehat. Majalah Plus. Jakarta: Penebar Swadaya
Yovita Hety Indiani, dkk. 2006. Terapi Penyakit Degeneratif. Majalah Plus. Jakarta: Penebar
Swadaya
PERHATIAN PENTING:
Semua gambar titik bekam sengaja diambil langsung dari Sheet Gambar Titik Bekam HPA, Sheet
Gambar Panduan Praktis Bekam (Granada Mediatama), dan Sheet Gambar Anatomi Hijamah
Ustadz Kathur Suhardi, bukan dengan maksud memplagiat hasil karya orang lain, tetapi untuk
mendapatkan otentifikasi gambar yang benar. Jika cara ‘kopi langsung’ ini tidak berkenan bagi
pihak HPA, Granada Mediatama, dan Ustadz Kathur Suhardi maka saya memohon maaf sebesarbesarnya
dan akan mengubahnya dengan gambar lain ...
Terima Kasih.
KOMUNITAS THIBBUN NABAWI
‘ISYFI’
MELAYANI PENGOBATAN DAN PELATIHAN BEKAM
DENGAN CARA SUNNAH NABI DAN KAJIAN ANATOMI MEDIS
UNTUK BERBAGAI PENYAKIT
Gang Jatisari 2, RT 2-RW 2 Patemon, Gunungpati, Semarang 50228
HP. 024-70147167, 0818294312

0 komentar:

Poskan Komentar

About this blog

Assalamu'alaikum.... selamat datang semua di bloggku , semoga bermanfaat...! jangan malu kalau kau mau..., asal itu kebaikan ambil aja lagiiii....

Loading...

Pengikut

Fish